Selasa, 16 September 2014

Tuhan aku percaya

Mungkin sebagian orang melihat pada sebagian orang lain, hidupnya lebih baik tanpa melihat sebenarnya yang terjadi, sedih rasanya ketika kita harus tersenyum meski hati ini terasa sakit.

Keluarga harusnya bisa menjadi pelengkap kebahagiaan seorang anak, terlebih khususnya seorang ayah yang merupakan imam dalam keluarga, jika imamnya saja tidak memperdulikan keluarga dan anak nya bagaimana ia bisa dikatakan imam, dan percuma juga jika seorang yang mempunyai banyak kakak kandung yang tidak pernah memperdulikan keadaan adiknya , merasa punya kakak padahal tidak merasakan dalam arti sebenarnya.
Sedih sungguh sedih mau dikata apalagi namun inilah kenyataan, sepahit apapun tetap harus dijalani,
Pernah terpikir dalam benak ini untuk mencari sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih menyayangi, diamana seorang ayah lebih mempriotaskan anak-anaknya bukan orang lain, ya orang lain, seolah masalah dalam hidup acap kali tak pernah lelah mengintai lajur kehidupan.
Aku lelah,sungguh lelah namun apa mau dikata mungkin ini sudah menjadi goresan takdir yang harus aku jalani, dan salah satu agar aku tetap tersenyum adalah selalu melihat kebawah, melihat dimana seseorang atau sebagian yang lain mengalami problema hidup yang lebih dari yang telah dijalani.

Tuhan aku percaya, Engkau telah merencanakan yang terbaik untuk diriku agar ku tak jatuh dan selalu ada di jalanMu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar